Double summit Arjuno Welirang (tujuan yang sama)

Sudah lama saya tidak pergi naik gunung semenjak saya berjanji sama mama saya bahwa saya tidak akan naik gunung lagi. Dan setahun berjalan, sampai akhirnya datang ajakan dari teman saya, Rizal Agustin, ke gunung Arjuno dan Welirang. Ajakan tersebut sempat membuat galau. Bagi saya janji tetap harus ditepati. Jika sebelumnya saya naik gunung sering tanpa ijin mama, tapi kali ini saya tidak bisa melakukan hal tersebut lagi. Bukan tentang hobi saja, tapi adalah tentang puncak Arjuno dan Welirang yang membuat saya sulit untuk menjawab “tidak”. Akhirnya dengan perjuangan yang dibantu papa, akhirnya saya mendapat ijin resmi dari mama untuk bisa menjejakkan kaki lagi di alam bebas, menikmati suasana alam yang bebas dari hiruk pikuk kota.

Dan hari itupun tiba, kami berlima, bertemu di Surabaya.  Yang saya kenal dan pernah nanjak bareng hanya ijal. Yang lainnya saya hanya tahu lewat group whatsaap. Berkenalan dan mulailah perjalanan untuk menuju ke Arjuno dan Welirang lewat jalur Purwosari – Tretes.

Selangkah demi selangkah kami berjalan. Meskipun kecepatan langkah kaki kami berbeda, tapi kami tetap bisa bersama-sama sepanjang perjalanan. Ada banyak cerita sepanjang perjalanan. Dan dari cerita-cerita singkat kami sepanjang jalan, ternyata kami semua melakukan perjalanan kali ini dengan alasan dan cerita masing-masing yang berbeda. Ada yang melakukan perjalanan untuk pembuktian diri, ada yang untuk melepas galau, ada yang untuk menenangkan pikiran dan hati, ada yang ingin menikmati alam, ada yang ingin membangun persahatabatan yang baru, dan saya sendiri mendaki Arjuno dan Welirang karena saya pernah ada janji dengan almarhum Thony Irwan untuk ke Arjuno dan Welirang tapi batal. Pendakian ini adalah pendakian mengenang almarhum, pendakitan memenuhi janji.

Satu hal yang paling saya pelajari dari pendakian kali ini adalah meskipun kami datang dari latar belakang yang berbeda, alasan yang berbeda, cara dan kepribadian yang berbeda, tapi kami punya satu tujuan yang sama yaitu puncak Arjuna dan Welirang. Karena visi yang sama, kami bisa saling mendukung satu sama lain, saling berbagi satu sama yang lain, dan kerja sama tim yang kompak yang membawa kami melakukan double summit Arjuno dan Welirang.